Tampilkan postingan dengan label Jagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jagung. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

Hmmmm...rasanya sudah lama sekali saya tidak memasak bubur Manado atau Tinutuan. Karena lebih sering membuat Barobbo yang bahannya mirip bubur Manado.

Tapi kalau beli sudah beberapakali. Saya paling suka makan bubur Manado di cafe "Dapoer Sulawesi" yang lokasinya di depan hotel Swiss-Belhotel Makassar. Kekentalan buburnya pas, dilengkapi ikan kering yang ditumbuk halus. Tidak kelihatan sama sekali labu dan ubinya, tapi terasa ada dalam bubur. Harga agak premium sih, tapi worth it lah...enak sih hehehe.

Kemarin sore, saya ditemani Pap Nay belanja bahan bubur Manado di pasar Senggol. Tujuan utamanya adalah jagung, ubi jalar, dan ikan kering, karena itu yang tidak ada sama sekali di kulkas. Tapi karena sudah terlanjur di pasar, ya sudah sekalian deh beli bahan-bahan yang lain, mana tahu kurang persediaan di rumah.

Rencana awal mau siapkan bahan di malam hari, misalnya metik sayur, potong ubi dan labu. Tapi itu tinggal rencana, kenapa ya jarum jam cepat sekali  amenyentuh angka 9 :D

Keesokan harinya, pagi-pagi setelah menggoreng tempe untuk Kakak Naylah dan Adek Rayyan, saya dan Mami kerjasama membuat buburnya. Mami urusan sayur mayur, saya mengurus sisanya.  Mami sengaja tidak mau ikutan sarapan tempe, supaya puas makan bubur katanya.

Namanya bubur ya, pasti masaknya lama. Mami sampai bolak-balik bertanya sudah matang atau belum, perutnya sudah keroncongan :D

Penantian Mami terbayar lunas, beliau sampai tambah berkali-kali. Inilah yang disebut kesabaran berbuah bahagia.


Resep Bubur Manado atau Tinutuan:

Porsi : 5 orang

Bahan:
1 mug beras
10 mug air minum
1/2 ikat bayam
1/2 ikat kangkung
10 batang kemangi
1 buah jagung manis 
2 buah ubi jalar (potong kecil-kecil)
1/4 buah labu kuning (potong kecil-kecil)
2-3 batang sereh (geprek)
1 sdt merica bubuk
1 sdt kaldu bubuk
garam secukupnya

Bumbu halus:
5 bawang merah
5 bawang putih

pelengkap:
ikan kering berdaging tebal (tumbuk) 
bawang goreng untuk topping
sambel tomat mentah

Cara membuat:

Campurkan beras, air, jagung, labu, ubi jalar, sereh ke dalam panci yang cukup besar. Sering diaduk merata supaya tidak lengket di dasar panci.

Jika labu dan ubi jalar sudah agak lembut, hancurkan dengan bantuan garpu. Ini agak ribet ya, karena hancurkannya satu-satu.

Jika bubur sudah matang dan mengental, masukkan bumbu halus yang sudah ditumis, masukkan merica, garam, kaldu bubuk. Icip untuk mengoreksi rasa.

Jika adonan terasa sudah mantap di lidah, masukkan sayur mayurnya: bayam, kangkung, dan kemangi. Aduk merata, jangan terlalu lama dimasak, untuk menghindari sayur tersebut over cook.

Tuang di piring, beri taburan bawang goreng, santap dengan ikan asin...wuiihh mantap.

Oh ya, saya pakai ikan sunu yang keringnya medium. Sehingga setelah digoreng dan ditumbuk, hasilnya lembut.

Selamat mencoba ya mom ^_^
0

Minggu, 26 Juni 2016

Entah apa nama untuk penganan ini di daerah lain, tapi masyarakat suku Bugis menyebutnya “Gore Barelle”, Gore artinya goreng, sedangkan Barelle artinya jagung. Seingat saya, yang mengajari resep ini tidak ada. Tapi jika musim jagung tiba, ibu, nenek maupun tetangga sering membuat Gore Barelle. Karena sering makan, jadi saya bisa menerka bumbunya apa.

Jaman dulu di kampung, saya dan teman-teman sering ngumpul sore-sore di balai-balai. Maklumlah tidak ada hiburan lain di desa. Ngumpul-ngumpul biasanya disertai dengan acara makan-makan. Yang diolah apa yang lagi melimpah saja. Jika musim buah, kami bikin rujak, jika musim jagung kami membuat Barobbo atau Gore Barelle. Bagian tersulit membuat Gore Barelle adalah bagian memipil jagungnya, apalagi kalau banyak. Bukan sulit sih tapi membosankan karena memakan waktu lama. Tapi kalau diborong oleh gadis-gadis yang sedang ngerumpi tidak ada yang tidak bisa, sekejap saja belasan jagung sudah siap diolah jadi Gore Barelle.
Sumber gambar: Pixabay
 
Kisah Gore Barelle menjadi pelengkap kegiatan ngumpul sampai sekarang masih berlanjut, bedanya cuma pesertanya saja, kalau dulu dengan gadis-gadis sekarang sama suami dan anak-anak :D
Itu intro ceritanya ya, untuk cara membuatnya bagaimana? Sangat mudah.
 
Bahan-bahan:
 
Jagung muda 2 -3 buah, pipil
Garam 1 sdt atau sesuai selera
Bawang merah 3 siung atau lebih
Merica halus ½ sdt atau sesuai selera
Gula pasir secukupnya sebagai penyedap
Margarin 1 sdm
Keju (optional)
 
Cara membuat:
 
Ambil wajan yang agak besar. Kenapa harus gede? Percayalah menggunakan wajan kecil ribet, rawan tumpah.
 
Panaskan margarin, kalau tidak punya margarin/mentega, pakai minyak goreng juga tidak apa-apa. Setelah margarinnya cair, masukkan jagung yang sudah dipipil tadi ke dalam wajan, aduk rata. Bagian ini cukup lama, tunggu jagung benar-benar hampir matang baru melangkah ke step selanjutnya. Cara mengetes kematangannya, dicoba makan saja ya hehehe. Kalau bagian tengahnya masih mentah berarti masaknya masih harus dilanjutkan lagi.
 
Sambil menunggu, haluskan garam dan bawang merah. Tidak halus benar juga oke, masukkan ke dalam wajan. Aduk rata. Usahakan memasaknya beberapa menit lagi, sampai bawang merahnya berbau harum. Masukkan merica dan gula, aduk rata, tes rasanya.
 
Hidangkan di piring, beri topping keju parut. Sebenarnya tanpa keju parut pun Gore Barelle ini sudah enak. Tapi karena anak-anak dan emaknya suka keju, makanya ditambahkan saja.
 
Hidangan ini paling mantap disantap hangat-hangat. apalagi dimakan saat di luar lagi hujan, duduk bersila rame-rame, wuihh…hitungan menit tak bersisa.
2

Follow my IG

Subscribe